Program kerja KKN-T 113 Universitas Hasanuddin : Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan POC Daun Kelor
Kuliah Kerja Nyata merupakan proses pembekalan bagi mahasiswa yang dikembangkan melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pengabdian ini diharapkan mahasiswa dapat diberikan pengalam belajar saat berada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, melalui KKN ini, setiap mahasiswa diharapkan dapat mengaktualisasikan semua ilmu-ilmu yang telah didapatkan saat mengikuti perkuliahan di Univeristas Hasanuddin.
Desa Lompoloang merupakan desa yang terletak di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Lompoloang, Bunga Jenne'e, Padang Laserang, dan Jampue. Desa Lompoloang dikenal sebagai "Kampung Moderasi Beragama" karena masyarakatnya yang hidup harmonis meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda. Mayoritas penduduknya beragama Islam, sementara sebagian lainnya beragama Kristen Protestan dan Katolik. Selain itu, desa ini sedang mengembangkan potensi wisatanya dengan membangun kolam permandian dan fasilitas lainnya untuk menarik wisatawan. Desa Lompoloang di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo juga memiliki potensi pertanian yang signifikan. Namun, pengembangan sektor ini menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan bagi petani. Selain itu, keterbatasan jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang hanya satu orang untuk dua desa menjadi kendala dalam memberikan pendampingan yang optimal kepada petani.
Dari hasil observasi yang kami lakukan salah satu masalah yang didapatkan mengenai kurangnya produktivitas tanaman. Kurangnya pemahaman Masyarakat/Petani mengenai cara merawat tanaman untuk keberlangsungan tanaman tersebut. Adapun Solusi yang dilakukan yaitu melakukan edukasi mengenai pupuk organic cair berbahan dasar daun kelor hal karena daun kelor sangat bagus untuk dijadikan pupuk organik cair karena mengandung berbagai nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tanaman. Kami juga melakukan demonstrasi secara langsung mengenai pembuatan pupuk organik air (POC) daun kelor. Penyuluhan pertanian juga menjadi Solusi bagi permasalahan ini yang diharapkan Masyarakat/Petani dapat memahami dan menerapkan materi yang telah diberikan pada tumbuhan/tanaman mereka.
Metode pengabdian dalam program kerja edukasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) daun kelor di Desa Lompoloang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo dimulai dengan identifikasi keluhan Masyarakat terkait produktivitas tanaman maupun media tanam yang menurun memalui survei dan diskusi bersama badan penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Pitumpanua. Selanjutnya pemilihan bahan dasar yang menjadi bahan alternatif pembuatan POC yang di diskusikan bersama tim KKN-T Desa Lompoloang, hasil diskusi yang didapatkan yaitu pemilihan daun kelor sebagai bahan alternatif pembuatan POC. Pada tahap implementasi pertama dilakukan penyediaan alat dan bahan yaitu ember, gelas ukur, blender, isolatip, daun kelor, air cucian beras, gula merah dan EM4. Implementasi kedua yaitu membuat POC daun kelor dan di fermentasi selama 10 hari dengan pengontrolan selama 2 hari sekali dan setelah fermentasi 10 hari POC daun kelor siap di kemas. Implemetasi ketiga yaitu membuat bahan edukasi berupa PPT dan browsur tentang cara pembuatan dan penggunaan POC daun kelor yang telah dibuat. Implementasi yang keempat yaitu pemaparan mengenai apa itu POC daun kelor serta demonstrasi pembuatan POC daun kelor yang dilakukan oleh tim KKN-T Desa Lompoloang.
Indikator keberhasilan implementasi pupuk organik cair (POC) daun kelor bagi petani di Desa Lompoloang dapat dilihat dari peningkatan produktivitas tanaman yang lebih berkualitas dan berlimpah, serta pertumbuhan tanaman yang lebih subur dan tahan terhadap hama atau penyakit. Selain itu, pengurangan penggunaan pupuk kimia dan pestisida menunjukkan efektivitas POC dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Keberhasilan juga tercermin dari peningkatan kesuburan tanah, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan. Kepuasan petani terhadap penggunaan POC daun kelor dan keberlanjutan penerapannya dalam jangka panjang menjadi faktor penting dalam menilai dampaknya di Desa Lompoloang.
Metode evaluasi pada program kerja ini yaitu diskusi mengenai pemahaman terkait pupuk organik cair, cara pembuatan, cara penggunaan, serta dosis yang digunakan.
Pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Unversitas Hasanuddin Gelombang 113 periode Desember 2024-Januari 2025 ini, Kegiatan edukasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) daun kelor dilakukan di kantor desa Lompoloang, Kec. Pitumpanua, Kab. Wajo Pada Kamis, 23 januari 2025 Pukul 13.00-16.00 WITA.
Peserta yang diundang yaitu seluruh Masyarakat terkhusus kelompok tani yang ada di Desa Lompoloang dengan jumlah peserta yang hadir yaitu 16 orang. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat luas bagi semua lapisan Masyarakat khususnya petani setempat, dengan tujuan meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan hasil panen dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan pupuk kimia. POC daun kelor mengandung nutrisi esensial serta hormon pertumbuhan alami yang membantu tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit, sehingga mengurangi ketergantungan pada pestisida. Selain itu, pupuk ini ramah lingkungan dan mudah dibuat sendiri oleh petani, menjadikannya solusi berkelanjutan untuk pertanian yang lebih sehat dan produktif.
Berdasarkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 113, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program kerja “Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor” di Desa Lompoloang Kec. Pitumpanua Kab. Wajo memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan. Melalui proses pembuatan POC yang sederhana dan berbasis bahan alami lokal, Masyarakat khususnya petani didorong untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan agar program “Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor” di Desa Lompoloang Kec. Pitumpanua Kab. Wajo ini terus dikembangkan dan dilanjutkan secara berkelanjutan melalui pendampingan oleh instnasi terkait melalui tindak lanjut program kerja selajutnya untuk memperkuat keberhasilan program, sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan POC oleh petani.


Komentar
Posting Komentar