EDUKASI DAN DEMONSTRASI PEMBUATAN ARANG BRIKET DARI TONGKOL JAGUNG OLEH MAHASISWA KKN-T 113 UNIVERSITAS HASANUDDIN

 

PENDAHULUAN

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu poin dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Pentingnya pengabdian bagi mahasiswa yaitu tidak lain sebagai salah satu proses yang dapat digunakan unruk mempersiapkan diri sebelum lulus dari perguruan tinggi dan harus berguna secara nyata di tengah masyarakat. Seorang mahasiswa juga diharapkan mampu untuk mengelola berbagai potensi yang ada di lingkungan masyarakat agar kesejahteraan masyarakat di sekitarnya bisa meningkat dan menjadi lebih baik dengan keberadaan mahasiswa ataupun lulusan tersebut yang terus berusaha untuk memecahkan setiap masalah di masyarakat.

Desa Lompoloang memiliki banyak potensi dibidang pertanian yang dapat dikembangkan.  Produk unggulan desa ini meliputi hasil pertanian. Masyarakat Desa Lompoloang mayoritas berkebun jagung, rambutan, pisang, dan sawit. Selain sektor pertanian, selain berkebun Masyarakat Lompoloang juga memanfaatkan disektor pertenakan Dengan pembinaan dan edukasi yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Briket adalah bahan bakar padat yang diperoleh dari bahan organic, limbah pertanian yang diolah dengan proses karbonisasi dan dicetak dengan tekanan tertentu. Bahan baku dari briket sangat banyak jenisnya dan salah satunya adalah dari Tongkol Jagung. Dengan memanfaatakan briket, kita dapat mengolah energi terbarukan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan karena tidak menggunakan bahan kimia.

Adapun di Desa Lompoloang terdapat banyak limbah pertanian yang dibiarkan saja di sepanjang jalan yaitu salah satunya bonggol jagung, sehingga kami mahasiswa KKNT Gelombang 113 Universitas Hasanuddin Desa Lompoloang membuat program kerja yaitu pembuatan dan sosialisasi briket dari tongkol jagung.

Melalui program kerja ini yaitu pelaksanaan program “Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Arang Briket dari Tongkol Jagung” dapat menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat Desa Lompoloang dan meningkatkan keterampilan serta perekonomian masayarakat

Pelaksanaan program kerja ini dilaksanakan kurang lebih 13 hari dimulai pada tanggal 10 Januari – 23 Januari 2025 yang terhitung dari tahap persiapan hingga sosialisasi dan demonstrasi pembuatan arang briket kepada masyarakat desa. Program kerja ini dilaksanakan secara luring di kantor Desa Lompo Loang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Sasaran dari program kerja ini yaitu seluruh masyarakat Desa Lompoloang untuk mengetahui bahwa Limbah Tongkol Jagung merupakan sumber energi alternatif yang dapat diolah menjadi arang briket yang bernilai ekonomi tinggi.

1)  Proses Pembakaran Tongkol Jagung

Bakar tongkol jagung di dalam drum bertutup hingga terbakar sempurna, dengan catatan pembakaran tongkol jagung tidak sampai menjadi abu.


2)  Proses Penghalusan

Setelah bonggol jagung dibakar maka langkah berikutnya adalah menumbuk bonggol jagung yang sudah dibakar hingga halus dan menjadi serbuk.

3)  Proses Pengayakan

Ayak atau saring serbuk bonggol jagung tadi hingga menghasilkan serbuk bonggol jagung yang lebih halus.

4)  Proses Lembuatan Lem Sebagai Bahan Perekat

Setelah serbuk siap maka buatlah lemnya dengan mencampurkan tepung tapioka atau biasa disebut tepung kanji dan air. Berikutnya panaskan hingga mengental. Perbandingan lem dan air adalah 2 sendok tepung kanji dan 2 gelas kecil air.

5)  Proses Pencampuran

Campurkan serbuk bonggol jagung yang telah diayak dengan lem, menggunakan perbandingan 1 gelas lem kanji dan 4 gelas serbuk bonggol jagung.



6)  Pencetakan Briket

Setelah campuran tersebut merata, langkah berikutnya adalah mencetak briket sesuai ukuran dan bentuk yang diinginkan.




7)  Penjemuran Bricket

Keringkan briket yang telah dicetak selama sekitar 1-3 hari sampai briket menjadi keras dan kering, sehingga siap untuk digunakan.



Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dari program kerja “Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Arang Briket dari Tongkol Jagung” ini adalah bertambahnya pengetahuan warga desa terutama terkait pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif dan juga pemanfaatan tongkol jagung menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Metode Evaluasi

Metode evaluasi pada program kerja ini dapat dilakukan dengan melakukan sesi diskusi berupa sesi tanya jawab secara langsung mengenai pemahaman masyarakat setelah melakukan kegiatan demonstrasi pembuatan arang briket dari tongkol jagung di Desa Lompo Loang. Warga desa juga mencoba hasil briket kayu yang telah dibuat secara langsung.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa KKN-T Unhas Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan Program Kerja Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan untuk Ibu Hamil